“Mimpi apa Ya, Aq Kemarin??? Sampe-sampe menginjakkan kaki di klinik bersalin ini?”
…
Ini bukan kesalahan tempat, ini bener-bener sebuah tujuan yang jelas, yaitu mau periksa ke dokter kandungan!
Eitz…, jangan mikir yang macem-macem dulu ya…
…
Hari itu, aku nemenin temen yang bermasalah sama jadwal bulannannya yang nggak kunjung stop,(untung Cuma wanita).
Dia memutuskan untuk meriksa ke dokter kandungan, apa boleh buat, sebagai temen yang baik hati, tidak sombong, sering ketawa, dan tidak tegaan…hehehe. Sudah sepatutnya aku nemenin dia ke rumah sakit.
….
Sebelumnya sich, dia disuruh orang tuanya untuk pulang ke kampungnya saja untuk periksa ke dokter hari itu juga, tapi aku anjurkan pada dia untuk periksa di kota pekanbaru ini saja, dengan pertimbangan hari senin dan selasa dia ada jadwal praktikum.
Namun, dia masih bingung, mau ke rumah sakit mana, dia pun bimbang, karna dia belum siap untuk menerima vonis dokter, katanya sih, dia merasa lebih tenang kalau didampingi ma orang tuanya.
…
Hmmm.., untungnya saja kami ketemu dengan seorang kakak tingkat, dan kamipun memperoleh informasi dari kakak itu. Katanya sich, ada sebuah apotik dekat harapan raya, nah di apaotik itu ada praktek dokter kandungannya, dan kemungkinan dokternya perempuan.
Akhirnya temenku memutuskan untuk periksa ke dokter yang ada di harapan raya saja.
Kami berdua pergi kesana naik bus kota.
Sepanjang jalan temanQ hanya diam, mungkin ia tengah berdo’a dalam hati, agar Allah memberikan kebaikan untuknya.
…
Setiba disana,
o……, tidaaaak!!!!!
Ternyata tutup. Dokternya praktek pada hari senin-juma’t, sedangkan saat itu adalah hari sabtu.
Namun, kami tidak kehilangan akal, kami coba untuk mencari di sekitar tempat itu, mana tau ada tempat praktek dokter yang lain.
Saat itu, ada beberapa tempat prakter dokter, namun sayangnya jam dan harinya gak sesuai dengan hari itu.
…
Tinggal satu pilihan, disana ada klinik bersalin, otomatis ada dokter kandungannya..
Sebelumnya temenku ragu-ragu, tapi sepertinya ia mempunyai tekad yang kuat untuk periksa hari tu juga.
…
Setiba di depan klinik kandungan, ada beberapa orang bapak-bapak yang menggendong anaknya dan juga seorang satpam yang baru keluar dari klinik itu mereka tengah memperhatikan ke arah kami..
Mungkin mereka pikir kami salah klinik, atau…..(tau ah!)
…
Setiba di depan pintu klinik, kami ragu untuk masuk,
Dan akhirnya si satpam itupun buka mulut
“Mau ngapa dek?”
Heh mau nagapa?ya mau periksalah! (dalam hatiku)
“Mau periksa pak, kata temenku”
“O, silahkan masuk, tu pintunya”
Dah tau pak, itu namanya pintu (dalam hatiku)
…
Dengan wajah kikuk plus bingung, kami melangkahkan kaki masuk,
tiba didalam, aku melihat pemandangan yang sudah kubayangkan sebelumnya, dimana banyak ibu-ibu yang buncit dan ibu-ibu yang menggendong anaknya, hampir semuanya di dampingi suaminya. Subhanallah
…
“ gimana ni caranya?” (ujarku)
“ nggak tau” (jawab temenku, yang kelihatannya juga bingung.)
Apa kita daftar antrian dulu?, sepertinya dimeja itu (seraya menuju ke sebuah meja, dimana ada dua orang wanita yang diantaranya seorang ibu-ibu, dan satunya lagi kakak2), kita kesana aja yuk, (ujarku)
‘tapi, mu yang tanya ma kakak tu ya” pinta temenku,
….
“kak?, kak?, kak?…(uch, dari tadi dipanggil nggak noleh2!)
Kak?”
Ya,
Kak kalau mau periksa dimana?
O, ke apotik itu aja dulu (seraya menunjuk ke sebuah tempat yang berlebel apotik, yang posisinya didekat pintu masuk) minta nomor antrian sama kakak yang ada disana.
Makasi ya kak,
….
Ada apa dek,
Mau periksa kak, dokternya ada?
Dokternya sedang ada operasi, mungkin siang nanti baru selesai, kalau mau sore nanti juga bisa.
Sore? Jam berapa kak? (tanya temenku)
Sekitar jam 5,
Kalau siang ini, jam berapa?
Kira2 jam 1-an,
Setelah kompromi denganku, akhirnya temenku memutuskan untuk menunggu hingga jam 1.
Mau periksa apa dek,
Ehm.. ini mau periksa masalah menstruasi, karna udah lama nggak berhenti
Isi dulu nomor antriannya ya,
Seraya menulis di sebuah buku, dia menyakan biodata temenku.
…
Sambil menunggu kami duduk di sebuah sofa, yang berada dekat dengan apotik tadi.
…
Anak2 kecil disana lucu2, ada yang lagi nyusu, lagi bobok, lagi nangis, lagi main n ternyata ada yang lagi memperhatikan aku…(GR….), anak itu sedang di pangku ibunya, dia mengarah kepadaku,
Masih kecil banget, sepertinya umur 1 tahun, anak itu cakep banget.
Sebentar-sebentar alisnya mengkerut, entah apa yang ia pikirkan, aku mencoba untuk menggoda dia, tapi susah banget buat dia untuk tersenyum,
Aku diam2 memotonya dengan menggunakan Hpku, …
…
Aku dan temanku mengedarkan pandangan ke sekitar,
Kami melihat,
Eh, itu akhwat dan ikhwan,(ujarku)
Ia (kata temenku)
Banyak hal yang aku obrolin dengan temanku, sepanjang 1 jam dalam penantian seorang dokter (hehehe),obrolannya nggak jauh2, seperti masalah, nikah, hamil, ngelahirin anak, sampai pada kesetiaan seorang suami (cye2…)
…
Eh, kok mau ya orang nikah?(pertanyaan aneh ku)
Pertama ibadah….!!!trus karna kebutuhan biologis,
Masak ya Cuma karna kebutuhan biologis?
Kan sudah aku bilang tadi, pertama tu untuk ibadah.(jawab temenku tegas!)
…
Kira2 besok suami aku mau nggak ya nemenin aku seperti bapak2 itu?(tanya temenku)
Ya tergantung apa dulu pekerjaan suamimu, kalau dia kerja kantoran kan sibuk banget
Aku besok mau cari dokter aja la…, dokter mana ya?
Dokter yang sedang kita tunggu aja (heehehe)
Cari guru ja la, aku kan di FKIP jodohnya tentuna orang FKIP (ujarnya penuh keyakinan)
Hmmm (ujarku setengah mengiyakan)
…
Akhwat, yang sempat kami perhatikan tadi, berjalan menuju ke arah kami,sambil menenangkan anakanya yang sedang rewel.
“siapa yang sakit?” (bertanya kearahku)
Ini temen…
O, mau periksa pa?
Kandungan (ujar temenku tanpa merasa berdosa)
o..(kakak itu seraya meninggalkan kami dan menimang2 anaknya kembali)
“heh, kok bilang mau periksa kandungan???? (tanyaku geram pada temanku)
Ya iya lah, ini kan masalah kandungan, ini masalah rahim, menstruasi itu kan peluruhan yang terjadi di rahim)…ujarnya mantap.
…
Mungkin ini perasaanQ saja, yang merasa diperhatikan oleh belasan pasang mata yang ada disana, soalnya di ruangan itu yang mau check up rata-rata wanita2 bersuami yang perutnya buncit2, sedangkan kami hanyalah 2 orang mahasiswa yang masih bau kencur, bau asem, bau kecut ah! Sutra la mau dibilang bau apa, asal nggak BB aja.
…
Setiap kali kami memandangi ibu2 yang ada di ruangan sana, sedang menimang-nimang anak mereka, rasanya kami terbawa lagi ke masa dulu, di saat ibu menimang2 dengan cinta kasihnya.
o…so sweet…,!!!jadi terharu..(mendramatisir)
…
“eh, kalaw dipikir2 orang yang ngurus anak bayi, rata2 seperti orang gila ya?”(ujarku pada temanku, yang tengah asyik bermain2 dengan mainan anak kecil yang tertinggal di sofa yang kami duduki)
“hmm, mank napa?”
“soalnya, tanpa mereka sadari mereka ngobrol ma anak yang belum ngerti apa2, trus ketawa2 sendiri, trus malah jadi orang lupa ingatan “ eh! Ini anak siapa si…?”, padahalkan yang sedang dia timang itu anaknya sendiri, malah pake tanya segala, ini anak siapa, ya kan?”
temanku manggut2
…
Ka2k akhwat tadi, menghampiri kami kembali, kini ia duduk disebelahku, mungkin ia masih penasaran, mau apa sebenarnya kami.
Dan kamipun ngobrol dengan hangat,
Dan ternyata ka2k itu alumni universitas kami, dia angkatan 97, fakultas FKIP jurusan PMIPA Bhs Indonesia.
Dia sempat juga menganjurkan untuk periksa dengan dokter cewek, katanya si biar lebih leluasa untuk tanya2 n periksanya.
Tapi, temanku udah menentukan pilihan, dan telah memantapkan hati, untuk tetap periksa dengan dokter di klinik ini.
…
Hmmm…
Selesai sholat, aku kembali nemenin temanku nunggu giliran antrian checkup,
…
Akhirnya sekitar jam 1 an temanku dapat gilirannya juga untuk masuk ruang pemeriksaan.
Dokter itu menggunakan alat seperti meriksa ibu2 hamil, yang diolesin gel, lalu ada sebuah alat yang tersambung ke monitor yang dapat melihat isi rahimnya.
…
Alhamdulillah,
Hasilnya tidak membuat jantung copat dan perut menjadi mual.
Apa yang dialami temanku, hanyalah karena pengaruh hormon yang tinggi.
Dan semua berakhir dengan Happy Ending.
…
hmm apapun masalahnya…minum teh botol aja….(he nyontek sikit boleh dunk..)
Apapun masalah yang kita hadapi, kembalikanlah semua pada Allah Azza wa Jalla, sesungguhnya Dia lah zat yang maha mengetahui atas segala sesuatunya, berkhunudzonlah atas semua yang diberikanNya.
Ketika kita mengembalikan semuanya padaNya, sungguh kedamaian dan ketenanganlah yang datang dalam relung hati,
Pasrahkanlah dan serahkanlah semua hanya kepadaNya, karena Dialah zat yang maha Rahman dan Rahim.